BAGI masyarakat Jawa dan Kebumen khususnya di pedesaan, mogana
adalah menu spesial dan tidak bisa dijumpai setiap hari. Menu sebagai
simbol rasa syukur dan doa agar senantiasa diberi keselamatan itu hanya
hadir saat musim panen, atau ketika ternak sapi melahirkan. Jadi, bisa
dikatakan hanya disajikan dua atau tiga kali dalam setahun.
OLEH sebab itu, mogana disajikan spesial dan menjadi menu favorit dan
ditunggu. Mogana sendiri adalah lauk pauk pelengkap nasi. Bahannya,
kelapa yang diparut (warga menyebutnya dengan serundeng) dicampur tempe
ikan asin dan bumbu dapur komplet. Gurihnya makin komplet dengan menu
tambahan daging ayam kampung. Seluruh bahan itu dicampur menjadi satu
dan dikukus.
Ada dua
cara penyajian mogana ini. Yakni langsung dicampur dengan nasi (tumpeng)
atau dipisahkan dan dibungkus menggunakan daun pisang. Sebagai penambah
cita rasa, bisa ditambahkan kikil, udang atau kepiting. Nantinya,
disantap beramai-ramai, baik di sawah ketika masa panen atau disantap
bersama-sama di rumah ketika syukuran sapi melahirkan.
Bagi yang
penasaran, tak harus menunggu lama untuk menikmati menu spesial itu.
Kita bisa memerolehnya di kawasan Pantai Bopong, Desa Surorejan
Kecamatan Puring. Hampir seluruh pedagang di pantai itu, menyajikan menu
mogana lengkap dengan nasinya.
Salah
satu pedagang yang menyajikan adalah Mujiyani (41). Bisa dikatakan,
dialah yang mempopulerkan pertama kali. "Awalnya saya berpikir makanan
apa yang kira-kira dijual laris. Akhirnya saya punya ide bikim mogana.
Alhamdulillah, laris dan warung lain ikut menjual," kata istri Nurdin
itu.
Lantaran
mudah mendapatkan ikan, Mujiyani menambahkan mogananya dengan kepiting.
Atau bisa juga dinikmati bersama dengan sate yutuk. Ternyata idenya itu
diterima oleh lidah konsumennya. Apalagi, harganya relatif murah Rp 5
ribu perbungkus. Selain menyediakan di warung sekaligus rumahnya yang
berada di pantai itu, Mujiyani juga menerima pesanan. "Banyak pegawai
(PNS,red) yang datang dari kota hanya untuk makan mogana. Akhirnya
keterusan, dan sering pesan kalau ada acara-acara kantor," ujar
Mujiyani. sumber

No comments:
Post a Comment