KEBUMEN (kebumenekspres.com) - Bakso. Siapa tak kenal kuliner satu ini.
Di Kebumen, tersedia banyak sekali tempat yang menawarkan kuliner jenis
ini. Namun, tak ada salahnya mencoba mencicipi bakso buatan Jaeni (56)
ini.
Tak
seperti lainnya, bakso buatan Jaeni ini disajikan dengan cara yang unik.
Alih-alih menggunakan mangkok atau piring, Jaeni memanfaatkan batok
kelapa sebagai tempat menyajikan. Lantaran itu, bakso buatan Jaeni kini
dimendapat julukan "bakso bathok. "Selain tampilannya yang menarik,
bakso buatan Jaeni ini pun dijamin memiliki cita rasa istimewa.
Jaeni
menuturkan, usahanya itu sudah dirintis di Jakarta pada tahun 2010 lalu.
Namun, pada tahun 2015, ia memilih kembali ke kampung halamannya di
Kebumen dan membuka warung bakso di Jalan Cemara no 30 Desa Karangsari,
Kecamatan Kebumen. "Saya sengaja pindah usaha di kampung karena dulu
terkena musibah kos kosan saya kebakaran dan menghanguskan semuanya,"
katanya ditemui, kemarin (14/7/2016).
Di
Kebumen, usaha bakso bathok Jaeni baru berdiri 1,5 tahun terakhir. Dalam
menjalankan usahanya itu, Jaeni dibantu anaknya Saiful Anwar (27) yang
kebetulan membuka cabang di Wonosari. Bakso bathok sendiri buka setiap
harinya pukul 11.00 hingga 22.00 WIB.
Untuk
setiap porsinya, Jaeni mematok tarif Rp 10 ribu. Selain bakso, para
penikmat kuliner juga dapat menikmati mie ayam yang lagi-lagi disajikan
dengan bathok. Untuk mie ayam ini dibanderol dengan harga yang relatif
murah Rp 8 ribu. Sebagai teman bersantap, disediakan aneka minuman
dengan harga terjangkau.
Sejumlah
penikmat kuliner yang ditemui mengaku cukup terkesan dengan menu bakso
bathok milik Jaeni. "Saya baru pertama kali makan bakso bathok ini
karena saya baru mudik dan penasaran. Ternyata menarik sekali wadahnya
dari bathok kelapa. Rasanya juga enak," kata Nurbaeti (17) ditemui saat
menyantap bakso bathok.
Jaeni
menuturkan, setiap harinya bisa menghabiskan 40-50 porsi. Pada hari
biasa, Jaeni meraup pendapatan Rp 400-500 ribu. Pada libur lebaran kali
ini bisa 150 - 200 perporsi dengan omset mencapai Rp 1 juta hingga Rp
1,5 juta perhari.(saifurrohman/cah) Sumber

No comments:
Post a Comment