Bisnis.com, SEMARANG - Gula kristal
dari Kabupaten Kebumen Jawa Tengah merupakan salah satu produk unggulan
yang telah menembus pasar nasional maupun internasional.
Saat ini pasar Amerika setiap bulannya membutuhkan sekitar 300 ton gula dan pasar Eropa membutuhkan sekitar 500 ton.
Produk
ini memiliki potensi yang sangat bagus dan dapat berkembang dengan baik
serta memberikan dampak kesejahteraan bagi masyarakat apabila dikelola
dengan baik dengan menerapkan sistemproduksi dan pemasaran yang
profesional.
Saat ini, berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas
Perindustrian, Perdagangan danPengelolaan Pasar, perajin gula semut yang
didampingi berjumlah 487.
Gula semut juga diklaim aman dikonsumsi
oleh para penderita diabetes. Pasalnya gula semut adalah gula organik
yang dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet kimia. Bukan hanya itu,
gula ini juga dinilai mengandung antioksidan, yang baik untuk tubuh.
Salah
satu pengrajin gula semut, Maidan warga Desa Karanggadung Kecamatan
Petanahan mengatakan, pembuatan gula semut memang dilakukan dengan cara
alami dan tanpa menggunakan pengawet kimia. Pengawet yang digunakan
menggunakan kulit manggis dan kapur sirih.
Menurutnya, nira yang
akan digunakan untuk membuat gula semut harus benar-benar nira yang
baru. Nira harus dimasak dengan segara, sesaat setelah diturunkan dari
pohon kelapa. Pasalnnya jika lebih dari satu jam, maka akan terjadi
fermantasi yang membuat nira tersebut terasa masam.
“Makannya
banyak pengrajin gula menggunakan bahan pengawet, hal ini untuk menjaga
agar tidak terjadi fermentasi,” tuturnya, seperti dikutip laman Pemprov
Jateng, Rabu (27/4).
Untuk mengembangkan pemasaran, perajin gula
semut membuat inovasi baru yakni gula semut dalam kemasan. Bahkan gula
semut kini memiliki varian rasa seperti rasa jahe, temulawak, kencur,
daun sirsak dan lainnya. Sumber
No comments:
Post a Comment