Kabupaten Kebumen yang terletak di Jawa Tengah punya cara sendiri untuk
meningkatkan ekonomi dan daya tarik wisata di daerahnya. Melalui Pusat
Layanan Usaha Terbaru (PLUT), warga Kebumen diarahkan untuk
mengembangkan usaha kecil menengahnya agar Kebumen bisa menjadi daerah
yang lebih berkembang lagi. Ada 26 Kecamatan yang berada dalam pembinaan PLUT Kebumen. Semuanya dikembangkan berdasarkan potensi masing-masing. Jika sebuah daerah berpotensi untuk membuat makanan, mereka akan dibina
mengembangkan usaha di bidang tersebut. Hasilnya tentu dapat dipasarkan
dan akhirnya dapat meningkatkan dan menarik minat pengunjung untuk
datang ke Kebumen.
Dari berbagai potensi daerah dan hasil produksi warganya, ada beberapa
produk unggulan Kebumen yang bisa juga dijadikan buah tangan ketika Anda
berkunjung ke daerah di kawasan pesisir Jawa Tengah ini. Anda bisa mengunjungi PLUT Kebumen secara langsung untuk mendapatkan
produk-produknya, atau bahkan bisa mendapatkannya di pasaran. Berikut
beberapa produksi khas Kebumen yang bisa Anda buru untuk dijadikan
oleh-oleh.
1. Gerabah dan guci
Di Kebumen Anda bisa mendapatkan gerabah unik yang dibuat dengan motif
batik. Kerajinan ini dihasilkan oleh warga Desa Pejagatan. Konsultan
pendamping PLUT Tri Ratnaningsih mengatakan, beberapa gerabah dengan
motif batik tersebut dibuat dengan cara yang sama ketika membuat batik.
"Proses bikinnya pakai canting, seperti membuat batik tulis," kata
Ratna. Namun, ada beberapa gerabah juga yang motif batiknya dibuat
dengan menggunakan kuas.
Ketimbang gerabah polos, gerabah bermotif batik ini terlihat cukup unik dan sangat kental dengan budaya Jawa.
2. Pandan batok
Daerah Kebumen Selatan memiliki potensi besar dalam memasok kerajinan
batok kelapa. Tidak hanya dibuat untuk mangkok, sendok sayur, atau
peralatan lainnya, batok kelapa di sini juga dikreasikan dalam bentuk
pajangan.
Ada yang dikemas sebagai pajangan biasa, ada juga yang diaplikasikan sebagai lampu hias.
3. Jenitri
Kerajinan yang terbuat dari biji pohon Jenitri ini terbilang cukup unik.
Di Kebumen biji ini cukup banyak diproduksi. Ada yang dibuat kalung,
tasbih, gelang, maupun hiasan lainnya.
Tri mengatakan banyak wisatawan asing yang tertarik dengan kerajinan
biji Jenitri ini. Utamanya dari Korea, Jepang, dan India. "Kalau di
India dikenalnya air mata Dewa Siwa," ujar Ratna.
Cara membuatnya mudah, biji dikeringkan lantas dirangkai. Kabarnya biji
Jenitri bisa bertahan hingga 200-300 tahun. Ada juga yang mempercayai
biji ini memiliki energi positif.
4. Gula semut
Jika dilihat sekilas, gula semur terlihat seperti gula merah yang
dihaluskan. Tapi, kata Ratna, gula semut memiliki nilai lebih
dibandingkan gula merah. Gula semut merupakan gula organik.
"Kalau gula merah dikentalkan ini setelah diaduk lalu disaring dan
diayak sampai jadi butiran," ujar Ratna. Gula semut ini tidak hanya
dipasarkan di Kebumen atau secara nasional tapi juga diekspor ke Amerika
Serikat, Swedia, Turki, dan Ukraina.
5. Batik Kebumen
Tidak seperti batik dari daerah Jawa lainnya yang mengandung banyak
falsafah dalam motifnya, batik Kebumen punya perbedaan. Ratna mengatakan
batik Kebumen tidak mengangkat falsafah yang dalam, tapi lebih kepada
ke keadaan alam atau kondisi sehari-hari.
Kebanyakan batik Kebumen mempunyai motif tanaman dengan warna yang
cenderung lebih gelap. Salah satu motif andalan adalah motif gringsing.
Pasalnya batik gringsing sangat unik karena merupakan batik terhalus
yang diakui secara nasional dan internasional.
Daerah yang memproduksi batik di Kebumen di antaranya Tanuraksa, Gemeksekti, Alian, Jemur, Karangpoh dan lain-lain.
No comments:
Post a Comment